Kabupaten Pekalongan
sumber: https://jateng.tribunnews.com/
Letak Administratif dan Geografis
Kabupaten Pekalongan termasuk wilayah Propinsi Jawa Tengah bagian Barat, tepatnya pada posisi 6°0´ – 7°23’ Lintang Selatan dan 109°0 – 109°78’ Bujur Timur.
Batas-batas administrasi Kabupaten Pekalongan sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Laut Jawa dan Kota Pekalongan
- Sebelah Timur : Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan
- Sebelah Selatan : Kabupaten Banjarnegara
- Sebelah Barat : Kabupaten Pemalang, Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Pekalongan mempunyai wilayah dengan luas 836,13 km2 dan terdiri
atas 19 kecamatan dan 285 desa/kelurahan. Dari 285 desa/kelurahan yang ada, 6 desa
merupakan desa pantai dan 279 desa bukan desa pantai. Menurut topografi desa,
terdapat 60 desa/kelurahan (20%) yang berada di dataran tinggi dan 225 desa/kelurahan
(80%) berada di dataran rendah.
Peta Administrasi Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah
Kuliner Khas
Kuliner khas merupakan identitas dari suatu daerah yang harus selalu dilestarikan. Dengan kuliner khas, suatu daerah lebih mudah dikenal oleh para wisatawan yang datang berkunjung ke daerah tersebut. Tidak terkecuali dengan kuliner khas Pekalongan. Selain tempat wisata yang menjual, makanan khas dari suatu daerah juga dijadikan sebagai sesuatu yang dapat dibanggakan oleh masyarakat lokal.
Salah satu makanan khas Pekalongan adalah nasi megono. Nasi megono merupakan kuliner khas Pekalongan yang wajib untuk dicicipi pengunjung ketika berkunjung ke Pekalongan. Menu makanan khas Pekalongan satu ini merupakan makanan yang tentunya terdiri dari nasi. Nasi megono dilengkapi dengan sayur olahan nangka muda yang dipadukan dengan bumbu sambal kelapa. Nasi megono memiliki rasa yang gurih dan pedas yang dapat menggugah selera pengunjung. Nasi megono lebih nikmat dinikmati saat keadaan panas, kemudian ditambah pepes, lalapan, tempe mendoan dan sambal.
Kemudian yang kedua ada garang asem, kuliner yang satu ini juga wajib untuk dicoba saat berkunjung ke Pekalongan. Garang asem biasanya disajikan dengan daging sapi empuk yang kemudian ditambahkan kuah asam yang bening dan segar. Garang asem mirip dengan rawon, karena menggunakan kluwek sebagai bahan dasarnya. Masyarakat Pekalongan biasanya menyantap garang asem dengan nasi megono.

Sumber: https://food.detik.com/
Tempat Wisata
Beberapa destinasi di Pekalongan diantaranya ada pantai wonokerto, kedung si pingit petungkriyono, curug bajing, wisata linggo asri, pantai slamaran, pantai pasir kencana dan masih banyak lagi. Setiap tempat wisata yang ada memiliki keunikan dan ceritanya masing-masing.
Kebudayaan
Sintren Kabupaten Pekalongan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia untuk kategori atau domain Seni Pertunjukan. Penetapan Karya Budaya Sintren sebagai salah satu WBTb itu disampaikan pada acara Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Indonesia Tahun 2019 di Istora Gelora Bung Karno. Sintren sendiri merupakan sebuah tari tradisional yang mengandung unsur magis, nama sintren yang ada pada tarian ini ternyata merupakan gabungan dari dua kata yakni si dan tren yang mana dalam bahasa Jawa kata si merupakan sebuah ungkapan panggilan yang memiliki arti ia atau dia, sedangkan kata tren berasal dari kata tri atau putri sehingga sintren memiliki arti si putri atau sang penari.
Sumber: https://sinoniayu.indramayukab.go.id/
Saking fokusnya membuat perkenalan profil kabupaten Pekalongan sampai lupa perkenalan diri sendiri😆. Karena ada pepatah yang mengatakan "tak kenal maka tak sayang". Oleh karena itu, perkenalkan nama saya Cecillia Donna Casandra, teman-teman biasa panggil saya Donna ataupun Cecil, saat ini saya belajar di sekolah vokasi UNDIP, jurusan D3 Perencanaan Tata Ruang Wilayah dan Kota K. Pekalongan, salam kenal semuanyaa👋💛.....
Shine









Komentar
Posting Komentar